Sabtu, 08 Maret 2014

MELAKUKAN INSTALASI OPERASI DASAR

Melakukan Instalasi Sistem Operasi Dasar



2.1 Menjelaskan Langkah Instalasi Sistem Operasi
a. Fungsi Dasar
Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat-keras, program aplikasi, sistem-operasi, dan pengguna.
Sistem operasi berfungsi untuk mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras oleh berbagai program aplikasi serta para pengguna. Sistem operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam suatu negara, dalam arti membuat kondisi komputer agar dapat menjalankan program secara benar. Untuk menghindari konflik yang terjadi pada saat pengguna menggunakan sumber-daya yang sama, sistem operasi mengatur pengguna mana yang dapat mengakses suatu sumber-daya.
Sistem operasi juga sering disebut resource allocator. Satu lagi fungsi penting sistem operasi ialah sebagai program pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.
b. Sasaran Sistem Operasi
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu kenyamanan = membuat penggunaan komputer menjadi lebih nyaman, efisien = penggunaan sumber-daya sistem komputer secara efisien, serta mampu berevolusi artinya sistem operasi harus dibangun sehingga memungkinkan dan memudahkan  pengembangan, pengujian serta pengajuan sistem yang baru.
c.    Sejarah Sistem Operasi
Sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, dan dibagi kedalam empat generasi yaitu :
Generasi Pertama (1945-1955)
Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.
Generasi Kedua (1955-1965)
Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS.
Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer, maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekaligus) dan multi-programming (melayani banyak program sekaligus).
Generasi Keempat (Pasca 1980an)
Dewasa ini sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lain.
d. Jenis-jenis Sistem operasi
Seperti telah disinggung di depan banyak jenis sistem operasi yang bisa digunakan, antara lain : POSIX, UNIX, MS DOS, MS Windows, LINUX, APPLE, dll. Dari sekian banyaksistem operasi ada sistem operasi yang interface (kontak) dengan user (pengguna) yaitu menggunakan TEXT (DOS, POSIX, LINUX), ada juga yang kontaknya dengan pengguna menggunakan GUI (Graphical User Interface) seperti MS Windows dan LINUX (LINUX bisa berbasis TEXT dan berbasis GUI).
Sistem operasi berbasis text artinya user berinteraksi dengan sistem dengan perintah-perintah yang berupa text. Lain halnya dengan sistem operasi berbasis GUI, pada sistem ini user dapat berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar/ simbol-simbol, dan tentu hal ini akan lebih memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna. Itulah sebabnya mengapa sistem operasi yang berbasis GUI seringkali disebut “User Friendly” .
Pada modul ini pembahasan akan terfokus pada sistem operasi berbasis GUI dan akan dipilih MS Windows 98. Pemilihan ini tentu mempunyai alasan, diantaranya telah digunakan secara luas di berbagai kalangan, tanpa mensyaratkan komputer yang sangat canggih (minimal 486 atau 66 MHz), mudah dalam pengoperasiannya, kestabilan sistem cukup baik, serta mampu mengcover perkembangan teknologi (hardware/software).
2.2  Melaksanakan Instalasi Software sesuai installation Manual
Setelah Komputer selesai di rakit tahapan berikutnya adalah menginstalasi sistem operasi. Sistem operasi yang akan dipergunakan adalah sistem operasi Windows XP Profesional Sebagai persiapan maka siapkan CD Instalasi  Windows XP Profesional yang lengkap dengan serialnya.
Untuk Instalasinya maka ikuti langkah berikut:
1.    Atur Boot sequence pada BIOS dan CD ROM di tempatkan di posisi pertama.
2.    Masukan CD Instalasi Windows
3.    Lakukan booting ulang
4.    Setelah booting berhasil maka akan muncul tampilan dibawah ini, lalu tekan tombol sembarang   ( Space bar saja) sehingga proses instalsi akan segera dimulai
 

Gambar 3.53 Persiapan Instalasi
5.     Proses instalasi Windows XP pun segera mulai. Dalam beberapa saat setelah booting, layar monitor akan menampilkan pesan “Welcome to Setup”. Tekan [Enter] pada keyboard.
 

 


 

Gambar 3.54 Welcome Setup
6.     Muncul tampilan Licensing Agreement yang harus setujui. Tekan [PageDown] untuk ke halaman berikutnya, dan [PageUp] untuk mundur ke halaman sebelumnya. Jika setuju, tekan [F8].


 

Gambar 3.55 Licensing Agreement
7.     Layar selanjutnya akan menampilkan keterangan tentang kapasitas hard disk. Untuk membagi-baginya menjadi beberapa partisi, tekan [C]. Dan untuk langsung ke proses instalasi, tekan [Enter].


 

Gambar 3.56 Mengatur Fartisi
8.     Setelah partisi terbentuk, proses berikutnya adalah memformat hard disk. XP memiliki kemampuan untuk melakukannya secara otomatis. Pilih format partisi dengan sistem file NTFS yang normal (tanpa tambahan “Quick”), lalu [Enter]. Selama format berlangsung akan muncul progress-nya, begitu juga saat proses setup sampai pada penyalinan file ke folder instalasi Windows. Proses ini memerlukan waktu beberapa menit.
Gambar 3.59 Memformat hardisk
9.    Setelah proses copy selesai, harus me-restart PC. Namun sebelumnya cek terlebih dahulu floppy drive, apakah terdapat disket di dalamnya atau tidak. Jika ada, keluarkan terlebih dahulu disket tersebut, karena bisa mengganggu proses booting. Setelah itu tekan [Enter] untuk mulai me-restart PC.
Gambar 3.57 Restart KOmputer
10. Mulai masuk ke proses instalasi XP, yang secara otomatis akan menginstal juga berbagai driver untuk perangkat yang ada di PC. Jadi tidak perlu lagi menginstal driver dari tiap perangkat  tersebut.
Gambar 3.58 Loading Windows XP
11. Muncul tampilan di bawah maka memulai instalasi, setelah itu muncul bok Regional and Language Options untuk memilih lokasi (negara) dan bahasa yang digunakan. Klik [Customize] untuk mengubahnya dan sesudahnya klik [Next >]. Isi nama dan klik [Next >].
Gambar 3.59 Mengatur Regional Setting
  Gambar 3.60 Memberi nama Sistem
                       Operasi 
12. Berikutnya, masukkan nomor serial (CD key) Windows XP ke kotak yang tersedia. Angka-angka tersebut bisa lihat pada label stiker kuning di bagian belakang kemasan CD. Lalu klik [Next >].
Gambar 3.61 Memasukan CD Key
13. Isikan nama komputer dan tentukan password administrator. Ulangi password tersebut untuk konfirmasi. Selanjutnya klik [Next >].
  Gambar 3.62 Memasukan User dan
                        Password
14. Muncul bok Date and Time Setting,. lalu cocokkan tanggal dan jamnya, serta pilih time zone. Klik [Next >] lagi. 
Gambar 3.63 Mengatur Waktu
15. Selanjutnya instalasi dilanjutkan kembali
Gambar 3.64 Instalasi
16. Muncul bok Networking Setting, pilih Typical setting untuk pengaturan dilakukan untuk pengaturan dilakukan kemudian, dan pilih Custom Setting untuk pengaturan secara rinci.
Gambar 3.65 Mengatur Networking
                      Setting
17. Muncul bok Workgroup and computer Domain, Masukan nama workgroup, lalu pilih Next. Lalu instalasi akan di lanjutkan sampai dengan selesai lalu akan melakukan restart.
Gambar 3.66 Mengatur Workgrop dan domain
Gambar 3.67 Restart KOmputer
18. Pada awal computer bekerja kembali maka akan muncul tampilan dibawah ini.
Gambar 3.68 Memulai Masuk Windows XP
19. Masukkan user administrator untuk login. Setelah desktop XP terbuka, bisa mengikuti Windows XP Tour untuk lebih mengenal berbagai fitur menarik dalam sistem operasi tersebut.
Gambar 3.69 Memasukan User
20. Instalasi Selesai
Gambar 3.70 Tampilan awal Windows XP
2.3 Mengecek hasil instalasi dengan menjalankan Software (sampling) dan melakukan Troubleshooting
A. Keamanan dan troubleshooting PC
Banyak orang menganggap apabila komputernya lambat  berkesimpulan bahwa Hard ware sudah tidak support alias harus di “upgrade  walaupun tahu, bukan itu jawaban yang tepat sebenarnya. Karena pengguna tidak mengetahui apa yang dilakukanya. Otomatis harus mencari penyebabnya, terkadang karena panik dan stressnya langsung mengambil langkah untuk menginstall ulang saja, dari pada repot mencari cari permasalahanya, dan itu justru akan memakan waktu lebih banyak.
B. Spyware dan Virus
Yang paling menjadi top untuk menganalisa pc yang melambat adalah bagian ini, karena bagian ini yang paling mudah di susupi dan banyak user yang berinteraksi dengannya (secara tidak langsung), spyware berasal dari banner-banner dan iklan-iklan di suatu halaman web yang mulai beraksi saat mengakses halaman / banner tersebut melalui sebuah browser yang memiliki celah keamanan yang tidak bagus, sehingga spyware ini sangat dekat dengan IE, karena IE adalah teman baik untuk spyware, karena spyware bisa memungkinkan spyware untuk menginstall program di dalam HDD secara silent, langkah awal, gunakanlah firefox!
secara garis besar langkah dasar untuk menghapus spyware:
1      Indentifikasi dan analisa process yang sedang berjalan dengan windows task manager
2      Identifikasi dan non aktifkan service yang bersangkutan melalui management console
3      Identifikasi dan non aktifkan service yang ada di startup item dengan system configuration utilty
4      Cari dan hapus entry di registry yang ada pada startup
5      Identifikasi dan hapus file yang mencurigakan
6      Install dan gunakan spyware detection dan removal.
C. Processor Overheating
Kebanyakan modern prosesor mudah menghasilkan panas, sehingga prosesor masa kini membutuhkan pendingin khusus dan jenis fan khusus, sehingga pada saat tempratur prosesor meningkat melampaui batas, sistem akan melambat dan proses akan berjalan lambat, modern motherboard dapat memonitor dan mengatur tempratur prosesor, yang dapat dilakukan melalui bios.
Kipas prosesor yang gagal disebabkan karena :
1.    Debu yang menghambat perputaran kipas secara smooth
2.    Fan motor rusak
3.    Bearing fan ada yang doll sehingga fan “jiggling”.
jiggling yang dimaksud disini adalah jika fan yang sedang berputar putar ada bunyi krek
krek secara cepat maka bisa dikatakan kalau bearing fan sudah mulai doll fan juga tidak harus di ganti, jika berdebu hanya membutuhkan membersihkan debunya.
D. RAM yang buruk
Beberapa situasi dapat juga karena pengaruh ram yang buruk, hal ini dikarenakan oleh:
1      RAM timing lebih lambat dari spesifikasi mesin yang optimal
2      RAM yang memiliki nilai minor hanya bisa dilihat setelah melalui beberapa test
3      RAM terlalu panas
Pada zaman ini banyak fariasi RAM yang dapat gunakan dan   beli, dan   dapat menyesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan dari motherboard   dan jangan lupa untuk mengeset kecepatan RAM dari bios Hal buruk lainya dalam RAM adalah masing
masing chips nya tidak semuanya bisa stabil sehingga akan menurunkan performa, sehingga ciri ciri RAM chips yang tidak bagus adalah pc selalu lambat dan akhirnya blue screen, jika   menemukan RAM yang overheat   bisa gunakan heatspreader untuk mengatasinya (saran saya, daripada beli heatspreader RAM mending beli RAM yang lebih bagus saja).
E.     Harddisk yang fail
Jika harddisk sering mengalami failure, ini juga akan memperburuk performa komputer, dan jenis jenis fail ini banyak penyebabnya, bias sifatnya mekanis, elektronik, bahkan firmware nya yang ngga update, dari harddisk ini akan menyebabkan:
1      Akses time yang lambat
2      Jumlah bad sector yang terus meningkat saat di scandisk atau di chkdsk
3      Ada bluescreen yang tidak terjelaskan
4      Gagal Boot
Mendeteksi harddisk itu masih dalam keadaan bagus atau ngga itu gampang gampang susah, biasanya paling sering di windows xp slalu muncul “Windows delayed write failure” saat harddisk mengalami kegagalan, nah disaat itulah   mulai mensiasati ada apa gerangan di harddisknya, pertama   bisa melakukan scan dengan chkdsk, sampai memeriksa fisik harddisknya. biasanya fisik harddisk dapat dilihat dari bunyinya, semakin berisik berarti men kan komponen komponen di dalamnya ada yang mulailonggar,bisa juga menggoyang goyang harddisk ke kiri kanan dan mendengarkan bunyinya, jika ingin menggunakan tools dan mengecek kondisi harddisk secara berkala bisa menggunakan tools hddlife, ada yang gratis ada yang bayar.
F.     Bios Settings
Biasanya bios yang belum di custom setting nya akan mengalami proses perlambatan beberapa detik, khususnya pada saat booting, untuk itu harus mengcustom bios setting agar performa kerja proses boot bisa dipercepat, secara umum settingan bios yang harus diperhatikan adalah:
1      Boot langsung ke harddisk
2      Disable IDE drive yang tidak terpakai
3      Set speed latency RAM
4      Matikan IO / IRQ perangkat onboard yang tidak dipakai
5      Gunakan Fast POST
6      Disk type /controller Compatibility
Hal ini terkadang spele, namun hal ini akan terasa saat menggunakan aplikasi yang akan menguras performa harddisk, biasanya motherboard sekarang sudah memiliki kontroler yang baik untuk paralel ATA disk, namun harus memperhatikan kabel IDE nya, karna kabel ini memiliki beberapa spesifikasi tertentu, ada yang udma 33, 66, dan 100, kalau lihat secara fisik, bentuk kabelnya memiliki serabut yang halus halus dan banyak, sedangkan yang udma 33 serabutnya sedikit, jadi gunakanlah kabel yang memiliki spesifikasi yang tinggi untuk disk. dan jangan lupa, setiap 18 bulan pasti akan muncul disk dengan teknologi dan kapasitas terbaru jadi jangan lupa rencanakan untuk melakukan penggantian ini akan memberikan efek yang baik untuk. Selain itu jika motherboard yang digunakan saat ini adalah motherboard yang sudah dilengkapi dengan SATA Disk controler hal itu akan lebih baik lagi, karena sata lebih cepat dibandingkan pata
G. Windows Services
Secara default service yang di windows berjalan semua, walaupun secara langsung tidak tahu apakah membutuhkanya atau tidak, service tersebut bisa di akses dari control panel, administrative tools dan service, banyak service service yang tidak diperlukan yang bisa hentikan, dengan begitu bisa menghemat RAM yang terpakai di komputer dan otomatis komputer bisa berjalan lebih baik, beberapa service yang harus diperhatikan dan dimatikan jika tidak membutuhkanya adalah:
1      FTP 2. Indexing Service
2      Remote Registry
3      Telnet
4      Remote Access
5      Remote Desktop
6      Automatic Update
H.   Process yang invisible
Terkadang, tanpa ketahui ada saja program yang berjalan di memory, padahal sudah tidak menggunakanya lagi atau bahkan sudah menguninstallnya namun programnya masih ada yang berjalan, untuk itu harus memperhatikan process apa saja yang sedang berlangsung di komputer dengan melihat task manager, dan bisa end task kan atau kill, lalu bisa hapus .exe nya
I.     Disk Fragmentation
Sebagaimana karakteristik file dalam sebuah komputer pasti mengalami proses file tersebut di add, di edit, atau di hapus, hal tersebut dapat menyebabkan fragmentasi di beberapa areal sektor harddisk, untuk itu perlu merapihkan data di komputer, yaitu dengan mendefrag nya. jika menggunakan windows xp, bisa menggunakan defrag.exe dan meletakanya di schedule agar dapat berjalan pada waktu yang tentukan
J.    Background applications
Kalau perhatikan di systray saat klik arrow kirinya akan berderetlah icon yang banyak, semakin banyak icon yang terpasang di systray itu menyebabkan computer semakin lambat merespons proses, karena memory banyak yang terpakai untuk proses itu, sehingga untuk itu perlu mematikanya atau menon aktifkan yang tidak diperlukan yaitu dengan mengakses registry:
Hapuslah key yang tidak diperlukan.
K.   File system issues
Beberapa isu file system mempengaruhi performa itu mungkin benar, jika menggunakan OS Windows NT 4.0, Windows 2000, or Windows XP, seharusnya menggunakan NTFS File system, karena NTFS memiliki performa yang lebih baik daripada Filesystem sebelumnya misalnya FAT32, dimana fat32 ini dari sisi performance dia hanya mampu menangani disk yang berkapasitas 32GB dengan ukuran cluster default, jika filesystem fat32 berjalan pada disk yang berukuran besar maka akan sering terjadi fragmentasi dan menurunnya performance pc. Format dan ukuran cluster juga berpengaruh, misalnya saja, mempunyai disk 60GB lalu memformat disk tersebut dengan ukuran cluster 512 bytes, hal ini akan menyebabkan disk akan memakai banyak cluster dimana harddisk akan sering melakukan track and seeknya, dan ini akan menjadi problematik saat harddisk pada saat disk mengalami framgentasi yang banyak, salah satu solusinya adalah menggunakan cluster yang lebih besar, misalnya saja 4K atau lebih besar, dari situ akan melihat pemberitahuan tentang improvement load times,
dan perlu diketahui, semakin besar ukuran cluster akan signifikan meningkatkan jumlah
space cluster slack dan akan banyak membuat disk space banyak yang terbuang. trik lain
untuk melakukan tweaking dari NTFS ini adalah:
1      tweak variable NtfsDisable8dot3NameCreation, yang bisa ditemukan di:
 jika di set ke 1 maka ini akan menghentikan NTFS untuk menggenerate 8.3 file name convention, jika tidak membutuhkan model nama file lama, bisa menghentikan ntfs untuk tidak membuatnya
1      Variable NtfsDisableLastAccess value yang bisa    ditemukan di :
ini adalah REG_DWORD entry, dan jika ini di set ke 1, maka ini akan mencegan NTFS untuk mengupdate date and time stamp, saat melakukan browsing file pada sebuah direktori, namun ini tidak akan menghalangi proses update file yang sedang di akses pada saat filenya di akses atau berubah.
1.    Keamanan Data.
Seorang pekerja yang profesional  sekecil apapun kesalahan kerusakan harus bisa di antisipasi  terutama data sangat ftal sekali fsknya kecl tapi bisa kehilangan segalanya. Ada beberapa hal yang harus dilakukan.
1       Data harus selalu di back up convert ke type  file, rtf, pdf
2       Data di kompres ke Zip
3       Data harus selalu di back up
4       Membuat back up pada hard disk ekternal, back up pada CD
5       Buat bagian bagian dengan pemberian nama/kode yang jelas dan berurutan.
6       Bila memungkinkan dibuat rangkap tiga yaitu untuk asli untuk arsip, simpan ditempat yang aman baik dari jangkauan manusia ataupun dari virus  kadang membutuhkan file awal. Kedua untuk cadangan dan ketiga untuk editTentukan / buat tempat khusus penyimpanan data yang aman baik fisik ataupun  softcopy.

MEANGGABUNGKAN TEKS KE DALAM SAJIAN MULTIMEDIA



Menggabungkan Teks Ke Dalam Sajian Multimedia

TIPOGRAFI
Pada materi Single Page Design berikut ini, terdapat
penggambaran konsep tipografi untuk lebih
memperdayagunakan huruf sebagai element grafis, agar
sebuah design atau publikasi terlihat lebih “elegan” dan
menarik untuk dilihat.
MENGENAL TIPOGRAFI
• Tipografi adalah disiplin ilmu yang
dipandang tidak cool tapi misterius, yang
selalu di belakang layar dan cenderung
low profile.
• Pengetahuan mengenai huruf dapat
dipelajari dalam sebuah disiplin seni yang
disebut tipografi (typography).
• Secara modern, tipografi berkaitan dengan
penataan huruf pada media elektronik,
baik dari segi tampilan maupun outputnya
ke berbagai media cetak.
• Sedangkan secara tradisional, tipografi
berkaitan dengan penataan huruf melalui
media manual berupa lempeng baja yang
timbul atau karet (stempel) yang timbul
yang berkenaan dengan tinta dan akan
dituangkan ke permukaan kertas.
FONT/HURUF
HURUF, siapa yang tidak kenal mereka? mungkin
hanya orang yang tidak mengenyam pendidikan
saja yang tidak kenal dengan mereka.
Keseluruhan jumlahnya ada 26, berabjad “A“
sampai “Z”. Semua huruf sangat universal,
meskipun disetiap kebudayaan kadang jumlahnya
bisa lebih atau kurang dari 26. Membaca,
mengetik, mendesign dan apapun yang bisa
dimaknai sebagai sebuah tulisan yang memiliki
arti tertentu, adalah ciri dari adanya huruf.

• Mulai dari sejak SD sampai saat ini kita sangat
“akrab” dengan huruf. Bahkan di Indonesia sendiri
ada sebuah hal yang penting, bila terdapat
seseorang yang salah mengeja huruf, orang
tersebut. dianggap tidak lulus SD dan diperolok
oleh rekan atau teman-teman sejawat. Namun
pada ulasan tentang tipografi berikut, kita tidak
akan mempersoalkan ejaan atau arti dari
rangkaian huruf, melainkan menjadikan huruf
sebagai salah satu element penting yang
diaplikasikan langsung kedalam sebuah design.
DISIGNER GRAFIS DAN HURUF
Arial, Times New Roman, Verdana,
Comic san, Copperplate Gothic, dan lain
sebagainya, adalah bentuk huruf atau
“FONT” dalam komputer yang sering kita
dijumpai pada software Microsoft Word.
Bagi seorang penulis atau orang yang hanya
berkepentingan untuk pekerjaan surat –
menyurat, huruf hanya dilihat sebatas rangkaian
kata yang harus bisa dibaca. Namun tidak bagi
seorang designer grafis.
• Penggunaan huruf bagi seorang designer grafis
adalah bagaikan “teman atau bahkan pacar”
yang selalu setia dan selalu ada didalam design
sang designer grafis.
DISIGNER GRAFIS DAN TIPOGRAFI
• Tipografi memegang peranan penting dalam
segala hal yang berkenaan dengan
penyampaian bahasa non verbal (menggunakan
tulisan) dalam segala bentuk publikasi, karena
kita harus tahu berapa ukuran tulisan yang akan
kita gunakan, efek dan bentuk yang akan kita
tampilkan sehingga muatan emosi dan sifat dari
pesan yang muncul sesuai dengan tujuan
komunikasi yang ingin kita sampaikan kepada
publik.


• Sebagai contoh, dalam bahasa verbal, kita tidak
mungkin berteriak dengan bentakan untuk
merayu/membujuk seseorang sehingga
menuruti atau memahami kemauan kita. Begitu
juga dalam tipografi, kita tidak mungkin
membuat tulisan dengan bentuk tegas dan
keras (seperti larangan atau bentakan emosi)
untuk publikasi yang bersifat membujuk atau
menawarkan sesuatu produk atau jasa. Untuk
itulah kita harus belajar tipografi.
HURUF
• Huruf dan tulisan memiliki arti amat
penting bagi manusia.
• Huruf adalah cara manusia berkomunikasi
secara visual.
HURUF: TIPE / TYPEFACE & FONT
• File yang berisi informasi sebuah typeface
di komputer diberi istilah font
• Font juga memiliki arti lain yaitu kumpulan
balok-balok huruf logam yang memiliki
satu typeface dan satu ukuran tertentu.
• Istilah font juga dipakai untuk bidang
tipografi digital.
KLASIPIKASI TIPE
• Berdasarkan bentuknya, para pakar
tipografi umumnya membagi jenis huruf ke
dalam dua kelompok besar yaitu serif dan
sans serif
• Tapi Ada kelompok ketiga dan keempat
yang disebut script dan dekoratif
FONT SERIF
• Serif adalah kelompok jenis huruf yang
memiliki “tangkai” (stem).
• Persis mendekati ujung kaki-kaki
hurufnya, baik di bagian atas maupun
bawah, terdapat pelebaran yang
menyerupai penopang atau tangkai.

• Menurut sejarah, asal-usul bentuk huruf ini
adalah mengikuti bentuk pilar-pilar
bangunan di Yunani Kuno. Seperti
diketahui, bagian atas dan bawah tiang
pilar memang lebih besar agar bisa
membuat pilar lebih kokoh.
• Contoh : font Times New Roman, Bodoni,
Garamond, atau Egyptian
FONT SANTS SERIF
• Sans serif (atau “tanpa” serif) adalah jenis
huruf yang sebaliknya: tidak memiliki
tangkai.
• Ujung-ujung kakinya polos begitu saja.
• Contohnya Arial, Helvetica, ITC Officina
Sans
• Huruf sambung atau script bisa juga Anda
sebut “huruf tulis tangan” (handwriting)
karena menyerupai tulisan tangan orang.
• Ada berbagai macam huruf script dan
handwriting, mulai dari yang kuno hingga
modern, dari yang agak lurus hingga
miring dan amat “melingkar-lingkar”
FONT DEKORATIF
• Huruf “gaya bebas” / dekoratif mencakup
segala macam jenis huruf “aneh” lain yang
sulit dikategorikan dalam ketiga kategori
lainnya. Kadang huruf ini bisa diinspirasi
dari bentuk geometris tertentu,
memadukan gambar atau pola tertentu,
dan sebagainya.
ISTILAH ANATOMI
Baseline adalah garis maya yang menjadi
lantai sebagian besar huruf. Tidak semua
huruf harus tepat berlandaskan di
baseline. Kalau Anda lihat dengan teliti,
hurut “t”, “p”, dan “q” tipe Helvetica
tersebut agak melewati garis baseline
sedikit ke bawah

Capline (“capital line”) adalah istilah untuk
garis maya yang menjadi batas atas hurufhuruf
kapital. Garis ini juga hanyalah
patokan saja, bukan berarti tidak boleh
ada bagian huruf yang melebihi capline.
Meanline adalah patokan tinggi untuk
huruf kecil
Ascender adalah bagian tangkai huruf
kecil yang melewati ke atas meanline
Descender adalah bagian tangkai yang
melewati ke bawah baseline
X-HEIGHT
X – Height adalah jarak antara
baseline dan meanline
• Perbandingan x-height dengan
tinggi huruf kapital (alias, jarak
baseline-capline) bervariasi. Ada
font teks yang memiliki x-height
relatif besar, seperti georgia, dan
ada yang relatif lebih kecil, seperti
adobe garamond. X-height
merupakan salah satu faktor penting
bagi legibilitas (keterbacaan), yaitu
kemudahan suatu huruf dikenali
secara visual.
PRINSIP PRINSIP DESAIN
Fokus
– Fokus adalah membuat mata mudah menangkap, dengan
menggunakan metode ilusi optik atau permainan perspektif.
Keseimbangan
– Keseimbangan adalah menampilkan seluruh elemen desain
secara
Skala dan Proporsi
– Skala adalah perubahan ukuran tanpa perbandingan ukuran
panjang dan lebar. Berbeda dengan skala, proposi adalah
perbandingan antara panjang dan lebar atau tinggi sehingga
perbedaan dari perubahan proporsi sering terlihat
menyimpangenyeluruh sebagai satu komponen.
Kesatuan
– Kesatuan adalah perpaduan antara semua elemen grafis
sehingga orang dapat memahaminya sebagai suatu kesatuan
Ritme
– Ritme adalah variasi dari berbagai komponen desain grafis
yang diulang-ulang sehingga membentuk objek tertentu
seolah-olah bergerak.